Mengejar Haruto

Telah Dilihat sebanyak 39 Kali | Telah dipinjam sebanyak 0 Kali
Penulis Dewi Cholidatul
Edisi 1
ISBN 978-623-118-016-2
Penerbit Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tahun Terbit 2023
Katalog Buku Cerita dan Komik
Genre Fantasi
Kelompok Pembaca Pelajar

Tradisional tak melulu bermakna kolot. Justru, berkelanjutan! Kesadaran itu saya dapatkan saat menulis tentang desa-desa adat yang ada di Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Namun, bagaimana isu ini bisa ditarik sebagai isu menarik bagi remaja? Diskusi asyik dengan mentor, Mbak Soie Dewayani (juga masukan dari Abah Tasaro GK di presentasi awal), membuka mata saya bahwa menghadirkan cerita bermuatan lokal tetapi tetap menarik tidaklah mudah. Tak segampang itu! Lalu, saya melirik seorang anak remaja yang sedang bertumbuh, mencari jati diri, dan gandrung pada hal-hal kekinian. Dia membaca, menonton anime, dan menyanyikan lagu-lagu berbahasa Asia Timur yang tak saya kenal.

Belakangan, dia sengaja memotong rambutnya sendiri tidak presisi, layaknya tokoh anime. Kegemarannya menggambar menunjang hobi barunya. Itu, dia! Anime! Dan begitulah cerita kampung adat dan dunia anime bertemu dalam buku ini. Bagaimana sosok Jalu, Ijad, dan Utari, yang sedang mencari jati diri, sedang kebingungan antara mencintai tanah kelahirannya dan merespons perubahan zaman di sekitarnya. Berbagai proses itu juga ditangkap dengan baik oleh Felishia.

Goresan tangannya memberikan nyawa sehingga cerita ini tampak lebih hidup, sekaligus memberikan jeda bagi pembaca dengan gambar-gambar yang ciamik dan keren. Kepada merekalah, saya berterimakasih.

Rasa terimakasih juga saya sampaikan kepada dua narasumber dari Kampung Naga, Pak Ucu Suherlan dan Kang Ijad. Tak lupa, saya juga berterimakasih pada art-director, Siti Wardiyah, layouter Frisna YN, Mas Akunnas Pratama selaku penanggung jawab buku novel bergambar jenjang D, serta seluruh tim Pusat Perbukuan atas kesempatan yang diberikan.

Semoga buku ini menginspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mengejar mimpinya, tetapi tetap bangga terhadap identitasnya.

Bandung, Oktober 2023

Penulis,

Dewi Cholidatul