Penulis | Tim Penyusun: Bambang Wisudo Edi Subkhan Lodi F Paat Jimmy Ph Paat Yan Haryanto Vicharius Dian Jiwa |
Edisi | 1 |
ISBN | 8 |
Penerbit | Penerbitan Modul ini didukung oleh Yayasan TIFA |
Tahun Terbit | 2012 |
Katalog | Sastra |
Genre | Fiksi Ilmiah |
Kelompok Pembaca | Umum |
Devaluasi Pancasila itu perlu direspon dengan upaya serius dan sistematis untuk merevitalisasi Pancasila. Sekolah sebagai agen transformasi sosial perlu mengambil peran terdepan dalam upaya ini. Masalahnya, ketika wacana Pancasila terpinggirkan di panggung masyarakat, pembelajaran Pancasila di sekolah pun makin terlupakan. Apalagi pendidikan Pancasila di sekolah selama ini cenderung membosankan, dogmatis, dan sama sekali tidak kritis. Guru-guru yang mengajar Pancasila pun dalam posisi marginal juga. Tidak heran bila pendidikan Pancasila di sekolah maupun di perguruan tinggi dengan cepat kehilangan gaungnya. Bahkan, dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi, murid dan mahasiswa tidak lagi hafal, apalagi memiliki pemahaman mendalam mengenai pengertian yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.